Rundung Bumi Aceh

Pameran Seni Rupa
Rundung Bumi Aceh
Karya A.D. Pirous dan Erna Pirous
Mei – Agustus 2019
Serambi Pirous Studio Galeri
Jl. Bukit Pakar Timur II/111 Bandung

Di bulan puasa ini Serambi Pirous mengundang Anda untuk sejenak mengistirahatkan diri dan memperkaya batin melalui sajian-sajian lukisan dalam pameran dengan tajuk Rundung Bumi Aceh.

Serambi Pirous ingin mengajak Anda untuk merasakan suasana emosional dalam tema pameran Rundung Bumi Aceh. Karya-karya A.D. Pirous tentang Aceh adalah catatan tentang perasaannya selama setengah abad mulai dari kagum, haru, rindu, tapi juga luka dan ketidakberdayaan. Sering Pirous menggunakan ingatannya yang terdalam tentang kenangan visual ornamental dan warna yang dilihatnya semasa kecil.

Pirous tidak pernah menyangka bahwa Ia meninggalkan Aceh untuk selama-lamanya. Justru ketika dia memutuskan untuk menjadikan identitas Aceh sebagai ciri-ciri visualnya. Bagi seniman, perpisahan dapat menjadi energi besar untuk berkarya. Perenungan Pirous terhadap pengalaman sebagai orang Aceh adalah “pengalaman dari jauh” yang sudah ditempa oleh jarak dan waktu.

Pemandangan pantai Aceh penuh kenangan yang bercahaya buih gelombang dan pasirnya ketika bermain dan memancing semasa kecil. Tempat yang kira-kira 60 tahun kemudian diterjang Tsunami selayaknya hari kiamat. Kontras antara keindahan pantai dan garangnya alam melahirkan guncangan yang tersalur menjadi tema lukisan tsunami.

Kesedihan juga lekat dengan sejarah Aceh dalam mencari keserasian politik sebagai bangsa Indonesia. Konflik bersenjata antar TNI dan Gerakan Aceh Merdeka yang memakan korban warga sipil dalam periode 1990-1998, yang berlanjut lagi tahun 2000-2004. Darah biasa mengalir membasahi bumi Aceh. Menjadi tamu di kampung sendiri sudah biasa. Tubuh-tubuh tanpa wajah menjadi catatan kekerasan Aceh dalam lukisan gelap.